CONTOH PROPOSAL KEGIATAN

Posted: September 24, 2013 in Uncategorized

PROPOSAL KEGIATAN

PERKEMAHAN AKHIR TAHUN AJARAN 2012 – 2013

I. Pendahuluan.

Gerakan Pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu membina dan membangun sebagai penerus generasi selanjutnya.
Dalam mencapai tujuannya, antara lain dalam upaya menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan.
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu diberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan bagi para anggota Pramuka Gudep  Siliwangi & Prameswari dalam upaya pembentukan watak dan mental menjadi manusia yang berkepribadian dan berjiwa Pancasila.
Kegiatan tersebut selain merupakan upaya pembinaan anggota Gudep Siliwangi & Prameswari, juga merupakan realisasi program kerja tahunan yang telah ditetapkan.

II. Maksud & Tujuan.

1. Membina kebersamaan dan kekompakan antara anggota pramuka Gudep Siliwangi &  Prameswari.

2. Menanamkan disiplin dan sikap mental yang lebih baik.
3. Mengadakan kegiatan yang positif bagi para peserta didik.

4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar kemandirian dan berinteraksi dengan masyarakat.

5.  Memberikan pengalaman dan petualangan yang menarik di alam terbuka.

III. Motto.

Satu Rasa, Satu Hati, Satu Kata, Satu Perbuatan.

ONE FOR ALL AND ALL FOR ONE.

IV. Nama Kegiatan.

PERKEMAHAN AKHIR TAHUN AJARAN 2012 – 2013 

V. Jenis Kegiatan :

1. Pembentukan Dewan Penggalang Gudep Siliwangi & Prameswari.

2. Pelantikan  Tanda Kecakapan Umum tingkat Penggalang (Ramu,Rakit dan Terap).

3. Silahturahmi  anggota Alpanet Dan Scoutnet.

4. Outbound & Building Team.

5. Api unggun & barbeque time.

Susunan Acara Terlampir.

VI. Waktu dan Tempat.

Hari           : Sabtu s/d Minggu

Tanggal   :  15 – 16 Juni 2013

Waktu      :  07.00 S/D Selesai
Tempat    :  Pandeglang – Provinsi Banten.

VII. Peserta Kegiatan.

  1. Seluruh Anggota pramuka Gudep Siliwangi & Prameswari.
  2. Alumni pramuka SMP Negeri 3 KOTA TANGERANG ( ALPANET ) Seluruh angkatan.
  3.  Dewan Pembina GUDEP Siliwangi & Prameswari beserta para undangan.

VIII. Susunan Panitia.

Daftar panitia terlampir.

IX. Anggaran Kegiatan

Anggaran kegiatan bersumber dari ;
1. Iuran anggota/ Peserta.
2. Kas GUDEP Siliwangi & Prameswari.
3. Bantuan/ Subsidi pihak Sekolah.

4. Donatur & sumbangan dari Alpanet.

Perincian anggaran kegiatan terlampir.

X. Penutup.

Demikian proposal ini diajukan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya kami mengharapkan dukungan dari     berbagai pihak guna terselenggaranya kegiatan tersebut . Atas perhatian dan bantuannya  kami ucapkan terimakasih

PANITIA PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

KETUA                                                                                    SEKRETARIS

PEMBINA SATUAN                                                                       KA.GUDEP

 

 

 

MUKIM PURWADI,S.Pd                                                          INDARWATI,S.Pd

MENGETAHUI

                                                             KAMABIGUS

                                           SMP NEGERI 3 KOTA TANGERANG

                                                        Drs. H.  AMSIR,M.Pd

LAMPIRAN 1

 

SUSUNAN PANITIA HUT GUDEP SILIWANGI

 

  • PELINDUNG        :  KA.MABIGUS SMP NEGERI 3 KOTA TANGERANG.

Drs. H.  AMSIR, M.Pd

  • PENASEHAT         :  KA.GUDEP SILIWANGI & PRAMESWARI

INDARWATI,S.Pd

  • PEMBINA              :  PEMBINA SATUAN SILIWANGI & PRAMESWARI

MUKIM PURWADI, S.Pd

  • Ketua panitia       :
  • Sekretaris              :
  • Bendahara            :
  • Seksi acara             :

1.

2.

  • Seksi peralatan      :

1.

2.

3.

4.

  • Seksi konsumsi       :

1.

2.

3.

4.

5.

  • Seksi dokumentasi :

1.

2.

  • Seksi humas              :

1.

2. 

Lampiran 2

RENCANA ANGGARAN KEGIATAN HUT SILIWANGI

 

  1. PENERIMAAN :
  • DARI IURAN ANGGOTA PRAMUKA

@ Rp. 150.000,- X 25 ORANG       : Rp.  3.750.000,-

  • DARI PIHAK SEKOLAH     : Rp. 400.000,-
  • DARI DONATUR DAN ALPANET     : Rp. 350,000,-

Total    : Rp.  4.500.000,-

  1. PENGELUARAN :
  • ADMINISTRASI  DAN HUMAS     : Rp. 50.000,-
  • SEWA TEMPAT KEGIATAN     : Rp. 800.000,-
  • TRANPORTASI (1 BUAH TRUK TNI AL )   : Rp. 2.000.000,-
  • PERLENGKAPAN ACARA    : Rp. 160.000,-
  • BARBEQUE     : Rp.  250.000,-
  • BAHAN MAKANAN  (NASI, SAYUR,LAUK)
  • 4 KALI JADWAL MAKAN

UNTUK 40   ORANG @ Rp.7000   : Rp. 1.120.000,-

  • AQUA 6 DUS           : Rp.      100.000,-

Total     : Rp. 4.500.000,-

SUSUNAN ACARA PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

 

JAM

KEGIATAN

KETERANGAN

06.00 – 06.30

PERSIAPAN KEBERANGKATAN (PACKING PERALATAN)

 

06.30 – 07.00

UPACARA PEMBERANGKATAN PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

 

07.00 – 11.00

BERANGKAT MENUJU PANDEGLANG

 

11.00 – 12.00

TIBA DI LOKASI DILANJUTKAN PASANG TENDA KEGIATAN

 

12.00 – 12.30

SHOLAT DZUHUR & ISTIRAHAT MAKAN SIANG

 

12.30 – 15.00

GAMES BUILDING TEAM

 

15.00 – 15.30

SHOLAT ASHAR & ISTIRAHAT

 

15.30 – 17.00

GAMES BUILDING TEAM

 

17.00 – 18.00

MANDI SORE & SUNSET TIME

 

18.00 – 18.30

SHOLAT MAGHRIB DAN DZIKIR BERSAMA.

 

18.30 -19.00

MAKAN MALAM

 

19.00 -19.30

SHOLAT ISYA BERJAMAAH

 

19.30 – 21.00

RAPAT PEMBENTUKAN DEWAN PENGGALANG

 

21.00 – 04.30

ISTIRAHAT ( TIDUR )

 

    04.30 – 05.00 SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

 

05.00 – 06.00

MANDI PAGI

 

06.00 – 07.00

OLAHRAGA PAGI

 

07.00 – 08.00

MAKAN PAGI

 

08.00 – 12.00

HIKING

 

12.00 – 13.00

SHOLAT DZUHUR BERJAMAAH

 

13.00 – 15.00

ISTIRAHAT SIANG

 

15.00 – 15.30

SHOLAT ASHAR BERJAMAAH

 

15.30 – 17.30

PENGISIAN SKU PENGGALANG

 

17.30 – 18.00

MANDI SORE

 

18.00 – 18.30

SHOLAT MAGHRIB BERJAMAAH

 

18.30 – 19.00

PERSIAPAN API UNGGUN

 

19.00 – 19.30

SHOLAT BERJAMAAH

 

19.30 – 20.00

MAKAN MALAM

 

20.00 – 22.00

API UNGGUN & BARBEQUE TIME

 

22.00 – 02.00

ISTIRAHAT

 

03.00 – 04.30

RENUNGAN MALAM

 

04.30 – 05.00

SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

 

05.00 – 06.00

MANDI PAGI & SUNRISE

 

06.00 – 07.00

SARAPAN PAGI & MORNING TEA

 

08.00 – 09.00

UPACARA PELANTIKAN TANDA KECAKAPAN UMUM TINGKAT PENGGALANG RAMU,RAKIT DAN TERAP.

 

09.00 – 12.00

ACARA FOTO BERSAMA DAN REKREASI PANTAI.

 

12.00 – 13.00

ISTRAHAT, SHOLAT & MAKAN SIANG

 

13.00 – 15.00

PACKING & BONGKAR TENDA

 

15.00 – 15.30

SHOLAT ASHAR

 

15.30 – 16.00

UPACARA PENUTUPAN PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

 

16.00 – 19.00

PERJALANAN PULANG KE SMP NEGERI 3 KOTA TANGERANG

 

* Acara dapat berubah sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

KENAPA AKU PILIH PRAMUKA ?

Posted: September 24, 2013 in Uncategorized
  1.      ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA

Gerakan Pramuka  adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

 

Kepramukaan” adalah proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

2.       TUJUAN GERAKAN PRAMUKA

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agar mereka bisa:

  • Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

3.       KEGIATAN PRAMUKA.

  • Kegiatan yang menarik dan menyenangkan semestinya menjadi daya tarik bagi para siswa dalam memilih pramuka sebagai ekstra kurikuler pilihan di sekolah.
  • Kegiatan yang kreatif dan inovatif  yang membuat anggota pramuka dapat mengembangkan daya kreatifitasnya sehingga tidak membosankan.
  • Kegiatan alam terbuka membuat kita tertantang untuk membentuk keberanian dan jiwa petualang dalam hidup di alam bebas.
  • Kegiatan yang mengikuti perkembangan jaman. Terus mengikuti perubahan sejalan dengan perkembangan teknologi dan media komunikasi .

4.       WADAH UNTUK BERSOSIALISASI

  • Pramuka merupakan wadah kita untuk saling mengenal antar siswa di sekolah yang nantinya akan lebih memperat rasa kebersamaan dan kekompakan diantara anggota pramuka.
  • Wadah untuk saling berkomunikasi aktif dalam kegiatan diskusi , sharing knowledge, debating serta dalam kegiatan lainnya.
  • Wadah untuk mengekpresikan diri dengan segala kemampuan dan kelebihan yang kita miliki.
  • Wadah untuk saling memahami satu sama lain sehingga terbentuk rasa empati dan saling memiliki selayaknya keluarga dan persaudaraan yang kokoh.

5.       KEPEMIMPINAN.

  • Pramuka merupakan organisasi yang amat menekankan fungsi kepemimpinan dimana setiap anggota pramuka diberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin dan diberikan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan kewajibannya.
  • Dengan proses pembinaan kepemimpinan tersebut maka setiap anggota pramuka memiliki kemampuan untuk memimpin atau mengarahkan organisasi yang nantinya menciptakan pemimpin yang tangguh dan bertanggung jawab.
  • Kemampuan memimpin tidak bisa hanya dipelajari saja tapi harus dipraktekan, ( learning by doing )

6.       KOMUNIKASI.

  • Pramuka memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk aktif berkomunikasi dengan anggota lainnya, pembina , maupun dengan masyarakat sekitar. Sehingga secara langsung belajar untuk menyampaikan sesuatu secara baik dan efektif.
  • Tehnik berbicara didepan umum , memerlukan keberanian dan kemampuan memilih kata yang tepat sehingga penyampaiannya terdengar jelas dan benar sesuai dengan kaidah bahasa indonesia.
  • Belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran kita kepada orang lain sehingga kita menjadi pribadi yang terbuka dan mudah bergaul.

7.       KEDISIPLINAN.

  • Penerapan disiplin di pramuka melatih anggotanya untuk dapat melakukan segala sesuatu sesuai peraturan dan ketentuan yang dibuat.
  • Kedisiplinan melatih kita untuk bertindak secara cepat dan tepat.
  • Kedisiplinan yang diterapkan meliputi : disiplin waktu, disiplin berpakaian, maupun disiplin dalam kegiatan lainnya.
  • Kedisiplinan harus dibiasakan dari kecil sehingga membentuk karakter dan prilaku disiplin sampai dewasa nantinya.

8.       KEBERANIAN

  • Pramuka membentuk anggotanya untuk memiliki keberanian dalam bertindak dan bersikap.
  • Keberanian dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan
  • Keberanian dalam bertindak, tidak ada perasaan takut atau malu untuk berbuat kebaikan.
  • Keberanian untuk mengakui segala kesalahan dan kekurangan dan mau berani meminta maaf kepada orang lain.
  • Keberanian menolong orang lain yang membutuhkan bantuan kita dengan keikhlasan dan tanpa pamrih.

9.       KEMANDIRIAN

  • Pramuka melatih kemandirian anggotanya dimana mereka diberikan kesempatan untuk melakukan segala sesuatunya dengan kemampuan sendiri dengan arahan dan bimbingan pembina.
  • Kemandirian membuat kita tidak bergantung terhadap orang tua atau pun orang lain dalam memenuhi kebutuhan kita sendiri.
  • Kemandirian membuat kita tangguh dalam menghadapi hidup tidak mudah goyah dan putus asa.
  • Kemandirian membuat kita percaya diri dan mampu melaksanakan setiap tugas dan kewajiban.

10.   RASA TANGGUNG JAWAB.

  • Pramuka melatih kita untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang kita miliki.
  • Rasa tanggung jawab membuat kita bertindak bijaksana dan cepat dalam mengambil keputusan yang terbaik bagi organisasi.
  • Rasa tanggung jawab merupakan hal yang harus dimiliki anggota organisasi sehingga fungsi dan tanggung jawabnya berjalan lancar sesuai dengan tujuan organisasi.

 

JAWABANNYA ….

¢  Pramuka adalah organisasi yang terbaik yang merupakan wadah penempaan diri ( kawah candra dimuka ) yang menghasilkan generasi muda yang kreatif, inovatif dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang dapat di banggakan.

¢  Pramuka adalah organisasi yang selalu siap menghadapi perubahan jaman dan mampu beradaptasi sehingga tidak di anggap kuno atau ketinggalan zaman. ( gaul gitu loh … )

¢  Pramuka membuat kita menjadi sosok percaya diri, mudah bergaul, dan selalu cekatan dalam melaksanakan tugas serta sosok pemimpin yang handal dan bijaksana.

Yakinlah dengan pilihanmu ….

SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN

I Am Proud To Be Scout

“ AKU BANGGA MENJADI PRAMUKA “

I. SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH
1. Penggunaan arti warna, Merah Putih di Indonesia.
a. Dalam Sejarah Indonesia terbukti, bahwa bendera merah putih dikibarkan pada tahun 1292    oleh
tentara Jayakatwang ketika berperang melawan kekuasaan Kartanegara dari Singosari (1222
1292 ), Sejarah itu disebut dalam tulisan bahasa Jawa Kuno yang memakai tahun 1216 saka
(1294   Masehi ), menceritakan tentang perang antara Jayakatwang melawan R. Wijaya.
b. Prapanca, dalam buku karangannya negara Kertagama menceritakan tentang digunakannya
warna, merah putih dalan upacara upacara hari kebesaran Raja pada waktu pemerintahan
Hayam   Wuruk yang bertahta dikerajaan Majapahit tahun 1350 1380 Masehi. Menurut
Prapanca, gambar-gambar yang dilukiskan pada kereta Raja Puteri Lasem dihiasi dengan
gambar buah maja yang berwarna merah. Atas dasar uraian diatas itu bahwa kerajaan
Majapahit  warna merah putih merupakan warna yang dimuliakan.
c. Dalam suatu kitab Tambo Alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840 dari kitab yang lebih tua terdapat gambar bendera alam Minangkabau, berwarna Merah-Putih-Hitam. Pusaka ini merupakan pusaka peninggalan zaman kerajaan Melayu-Minangkabau dalam abad ke-14, ketika Maharaja Adityawarman memerintah.
Merah : Warna Hulubalang (yang menjalankan pemerintahan).
Putih : Warna Agama (Alim Ulama)
Hitam : Warna Adat Minangkabau (Penghulu Adat)
d. Warna Merah Putih dikenal pula dengan sebutan warna gula keLagu a. Merah putih disebut gula keLagu a tidak berarti Merah lambang “Gula” dan Putih lambang warna buah nyiur yang telah dikupas. Di Kraton Solo terdapat pusaka berbentuk bendera merah putih peninggalan Kyai Ageng Tarub, putera R. Wijaya, yang kemudian menurunkan raja-raja Jawa.
e. Dalam kitab babad tanah jawa bernama babad Mentawis (Jilid I), disebutkan bahwa ketika Sultan Agung memerintah tahun 1613-1645.
2. Juga bagian lain dari kepulauan Indonesia terdapat bendera yang berwarna Merah Putih, misalnya di Aceh, Palembang, Maluku dan sebagiannya meskipun sering dicampuri gambar-gambar lain.
3. Pada umumnya warna merah putih merupakan lambang kesucian, keberanian, kewiraan.
4. a. Bendera Merah Putih berkibar untuk pertama kalinya dalam abad ke-20 sebagai lambang kemerdekaan ialah di Benua Eropa. Pada tahun 1922 perhimpunan di Indonesia mengibarkan bendera merah putih di negeri Belanda dengan Kepala Banteng di Tengah-Tengahnya.
b. Tujuan Perhimpunan Indonesia ialah Indonesia Merdeka, semboyan itu juga digunakan untuk nama majalah yang diterbitkannya.
c. Pada tahun 1924 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan buku peringatan 1908-1923 untuk memperingati hidup perkumpulan itu selama 15 tahun di Eropa. Kulit buku peringatan itu bergambar merah putih kepala banteng.
5. Dalam tahun 1927 lahirlah di kota Bandung partai Nasional Indonesia (PNI) yang mempunyal tujuan Indonesis merdeka, PWI mangibarkan merah putih kepala banteng.
6. Pada tanggal 28 oktober 1928 berkibarlah untuk pertama kalinya bendera merah putih sebagai bendera, kebangsaan yaitu dalam Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta. Sejak itu berkibarlah bendera kebangsaan Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia.
7. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta bertempat di Pegangasan Timur 56 Jakarta, atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sesaat kemudian Bendera kebangsaan merah putih dikibarkan untuk partama kalinya.
8. a. Pada tanggal 18 Agustus 1945 panita persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk pada tanggal 9 Aguatus 1945 mengadakan sidang yang pertama dan menetapkan UUD RI, tetapkan yang kemudian dikenal sebagai UUD 45.
b. Dalam UUD 45 bab I, pasal 19 ditetapkan bahwa negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Dalam UUD 45 Pasal 35, ditetapkan pula bahwa bendera negara Indonesia ialah sang Merah Putih, dengan demikian itu sejak ditetapkannya¬, UUD 45, sang Merah Putih merupakan bendera, kebangsaan negara Republik Indonesia.
9. Dengan ditetapkannya UUD 45 dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih, maka serentak seluruh rakyat Indonesia dan pemuda Indonesia mengadakan, mengibarkan dan mempertahankan Sang Merah Putih di Indonesia, Pertempuran pertempuran dengan serdadu Kolonial Belanda, yang didukung oleh tentara sekutu berkobar diseluruh Indonesia. Ribuan rakyat dan pemuda gugur sebagai pahlawan bangsa mempertahankan kemerdekaan Sang Merah Putih.
10. a. Sang Merah Putih yang dikibarkan pada, hari proklamasi tangggal 17 Agustus 1945 di Gedung Pengangsaan Timur 56 Jakarta disebut Bendera Pusaka. Bendera Pusaka itu selalu dikibar¬kan ditiang yang tingginya 17 meter didepan istana merdeka Jakarta pada tiap perayaan peringatan hari hari Proklamasi Kemerdekaan.
b. Mulai tahun 1969 Bendera Pusaka itu tidak lagi dapat dikibarkan karena sudah tua. Sebagai gantinya dikibarkan duplikatnya yang dibuat dari sutera alam Indonesia.
c. Dalam Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia Bendera Pusaka tidak pernah jatuh ketangan musuh, meskipun tentara Kolonial Belanda menduduki Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

II.  Kiasan Warna  Bendera Merah Putih
Merah berarti berani dan putih berarti suci atau bersih , jadi arti kiasan warna bendera merah putih adalah Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang berani karena dilandaskan kebenaran . Tidak memaksakan kehendak pada negara lain , menjaga ketertiban dan persaudaraan dunia .

Cara Penggunaan Bendera Merah Putih

  1. Dikibarkan dari pagi hari sampai petang ( dari matahari terbit hingga terbenam )
  2. Untuk mencegah dari kerusakan / kotor , Bendera Merah Putih dapat diturunkan jika turun hujan lebat
  3. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu lebih tinggi dibandingkan bendera – bendera organisasi lainnya ( Bendera Pramuka , Bendera Kepanduan , Bendera Osis , dsb )
  4. Bendera Merah Putih dikibarkan sejajar jika dikibarkan dengan Bendera Negara lain
  5. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu paling kanan . Jika dibuat untuk hiasan atau lain-lainnya , warna merah ditetapkan disebelah kanan warna putih .
  6. Bendera merah putih tidak boleh kotor , digambari , dicorat – coret
  7. Bendera Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah
  8. Bendera Merah Putih selalu disimpan ditempat yang baik dan bersih
  9. Pengibaran Bendera Merah Putih yaitu pada hari-hari besar Nasional
  10. Cara mengibarkan merah putih setengah tiang dalam upacara adalah dinaikan dahulu sampai kepuncak tiang  kemudian diturunkan lagi sampai setengah tiang
  11. Cara melipat bendera merah putih adalah warna merah dibagian luar dan putih didalam
  12. Bendera Merah Putih jika dipergunakaan sebagai penutup peti jenazah . Maka warna merah diletakkan disebelah kanan jenazah .

SALAM PRAMUKA

Salam Pramuka adalah perwujudan dari penghargaan seseorang Pramuka kepada Pramuka lainnya. Biasanya salam pramuka diberikan dengan memberikan hormat sambil meneriakkan “Salam pramuka!” yang diberi salam akan menjawab dengan meneriakkan “Salam!” sambil menghormat juga.

Fungsi salam pramuka

Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.

Macam salam pramuka

Salam pramuka digolongkan menjadi 3 macam:

Salam biasa

Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda. Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.

Salam hormat

Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.

Untuk salam hormat diberikan kepada :

Bendera kebangsaan ketika dikibarkan atau diturunkan dalam suatu upacara.

Jenazah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.

Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Salam janji

Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik. Pemberian salam pramuka dilakukan ketika dilakukan pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya. Salam janji juga diberikan pada saat pengucapan janji Trisatya dalam acara Ulang Janji.

MOTTO GERAKAN PRAMUKA

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka adalah “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “

Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :

1. Menanamkam rasa percaya diri.

2. Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.

3. Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.

4. Rasa bangga sebagai Pramuka.

5. Memiliki Budaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.

Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari.

Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.

LAMBANG GERAKAN PRAMUKA

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipuro, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.

Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Bentuk

Lambang Gerakan Pramuka berbentuk / berupa Silluete Tunas Kelapa. (lihat gambar di samping) Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomer 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

Arti kiasan

Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:

Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).

Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.

Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun

Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.

Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.

Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Penggunaan

Lambang Gerakan Pramuka dapat dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan Nama Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal dan alat administrasi Gerakan Pramuka

Penggunaan lambang tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan menanamkan sifat dan keadaan seperti yang termaktub dalam arti kiasan lambang Tunas Kelapa itu pada setiap anggota Gerakan Pramuka.

Setiap anggota Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengamalkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya kepada masyarakat di sekelilingnya. Sebab generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka diharapkan kelak mampu menjadi kader pembangunan yang berjiwa Pancasila

1) Makna Kode Kehormatan Pramuka yang disebut satya / janji adalah :
  • Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan.
  • Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji.
  • Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial, dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
2) Makna Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk ketentuan moral yang disebut darma merupakan :
  •  Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
  • Upaya memberi pengalaman praktis.
  • Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramukaan.
  • Kode Etik organisasi Gerakan Pramuka.
3) Pengertian Kode Kehormatan Gerakan Pramuka adalah :
  • Kode Kehormatan adalah suatu norma / ukuran kesadaran mengenai akhlak (budi pekerti) yang tersimpan dalam hati orang sebagai akibat karena orang tersebut tahu akan harga dirinya.
  • Kode Kehormatan Pramuka adalah suatu norma atau nilai – nilai luhur dalam kehidupan para anggota  Pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku seorang anggota Gerakan Pramuka di masyarakat.
Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas :
  • SATYA PRAMUKA, merupakan janji yang diucapkan secara suka rela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaannya.
  • DARMA PRAMUKA, adalah alat proses pendidikan diri yang progesif untuk mengembangkan budi pekerti luhur juga sebagai landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramukaan yang kegiatan mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan kegotong royong.
Kode kehormatan Gerakan Pramuka untuk masing-masing golongan usia itu berbeda-beda disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota gerakan Pramuka yaitu :
Siaga ( 7 – 10 tahun)
            Janji     → DWI SATYA
            Darma → DWI DARMA
Penggalang (11 – 15 tahun) 
            janji      TRI SATYA
              Darma  → DASA DARMA
Penegak (16 – 20 tahun)
           janji     → TRI SATYA
           Darma → DASA DARMA
Pandega (21 – 25 tahun)
           janji     TRI SATYA
           Darma DASA DARMA
Anggota Dewasa
           janji TRI SATYA
           Darma DASA DARMA
Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang
1. Janji yang disebut Tri Satya yang berbunyi sebagai berikut :
    Demi kehormatanku akau berjanji akan bersungguh-sungguh
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan  mengamalkan Pancasila
  • Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  •  Menepati Dasa Darma
2. Ketentuan Moral yang disebut Dasa Darma yang selengkapnya berbunyi :
    Dasa Darma Pramuka:
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6.  Rajin terampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran berkataan dan perbuatan
Di dalam Trisatya ada enam kewajiban yaitu:
  • Kwajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Kewajiban terhadap Pancasila 
  • Kewajiban terhadap sesama hidup
  • Kewajiban terhadap Masyarakat
  •  Kewajiban Terhadap Dasadarma
Dari Dasadarma, kita dapat menjabarkan menjadi banyak sikap hidup (pola tingkah laku) sehari-hari, seperti misalnya :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Beribadah menurut agama masing – masing dengan sebaik – baiknya. Dengan menjalankan semua perintah – perintahNya serta meninggalkan segala larangan – laranganNya
  • Patuh dan berbakti kepada orang tua.
  • Sayang kepada saudara, dsb.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  • Menjaga kebersihan sanggar bakti, kelas dan lingkungan sekolah.
  • Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun faunanya.
  • Membantu fakir miskin, anak yatim piatu, orang tua jompo.
  • Mengunjungi yang sakit, dsb.
3. Patriot yang sopan dan Kesatria
  • Mengikuti upacara sekolah atau upacara latihan dengan baik.
  • Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
  • Ikut serta dalam pertahanan bela Negara
  • Belajar disekolah dengan baik 
  • Ikut serta dalam kegiatan – kegiatn kemasyarakatan. Dsb.
4. Patuh dan suka bermusyawarah
  • Mengerjakan tugas – tugas dari guru, Pembina atau orang tua dengan sebaik baiknya
  • Patuh kepada orang tua, guru, dan Pembina
  • Berusaha mufakat dalan setiap musyawarah
  • Tidak mengambil keputusan yang tergesa – gesa, yang didapatkan tanpa melalui musyawarah
5. Rela menolong dan Tabah
  • Berusaha menolong orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.
  • Setiap menolong tidak meminta pamrih atau mengharapkan imbalan.
  • Tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan
  • Tidak banyak mengeluh, dan tak mudah putus asa.
  •  Bersedia menolong tanpa diminta, dsb.
6. Rajin, Terampil dan Gembira.
  • Tidak pernah membolos dari sekolah.
  • Selalu hadir dalam setiap pertemuan pramuka.
  •  Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna
  • Selalu riang gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan.
7. Hemat Cermat dan Bersahaja.
  • Tidak boros dan tidak bersikap hidup mewah.
  • Rajin menabung.
  • Teliti dalam melakukan sesuatu.
  • Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih – lebihan.
  • Biasa membuat perencanaan setiap akan  melakukan tindakan, dsb.
8. Disiplin Berani dan Setia
  • Selalu menepati waktu yang ditentukan.
  • Mendahulukan kewajiban terlebih dahulu dibanding haknya.
  • Berani mengambil keputusan.
  • Tidak pernah mengecewakn orang lain.
  • Tidak pernah ragu – ragu dalam bertindak, dsb.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  • Menjalankan segala sesuatu dengan sikap bersungguh – sungguh.
  • Tidak pernah mengecewakan orang lain.
  • Bertanggung jawab dalam setiap tindakan.dsb.
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
  • Berusaha untuk berkata baik dan benar dan tidak pernah berbohong
  • Tidak pernah menyusahkan atau mengganggu orang lain.
  •  Berbuat baik kepada semua orang, dsb.

SUSUNAN PEMERINTAHAN

Posted: April 8, 2013 in Uncategorized

  1. Presiden selaku kepala Negara RI memagang kekuasaan Pemerintahan menurut UUD
  2. Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh Wakil Presiden
  3. Presiden dan wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun , sesudah itu dapat dipilih kembali
  4. Jika Presiden mangkat atau berhenti tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya , maka diganti wakil Presiden sampai habis waktunya .
  5. Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh Menteri-Menteri Negara dan berkedudukan di Ibukota Negara
  6. Para Menteri memimpin Departemen Pemerintahan
  7. Para Meteri dalam menjalankan tugas – tugasnya dibantu oleh para Gubernur / Kepala Daerah tingkat I Provinsi
  8. Gubernur berkedudukan di Ibukota Provinsi
  9. Gubernur dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu leh para Bupati / Wali kota / Kepala Daerah tingkat II Kabupaten / Kota madya
  10. Bupati atau Walikota dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh para camat / Kepala wilayah kecamatan
  11. Camat dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh para lurah / Kades (Kepala wilayah kelurahan / Desa )
  12. Lurah atau kades dalam menjalankan tugas-tugasnya memerlukan bantuan dari RT dan RW
  13. RT dan RW adalah badn-badan sosial dari masyarakat
  14. RT dan RW dalam menjalankan tugasnya memerlukan bantuan dan partisipasi dari warga

HAK PERLINDUNGAN ANAK

Posted: April 8, 2013 in Uncategorized

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Semua anak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, perlindungan anak mengupayakan agar setiap hak sang anak tidak dirugikan. Perlindungan anak bersifat melengkapi hak-hak lainnya yang secara inter alia menjamin bahwa anak-anak akan menerima apa yang mereka butuhkan agar supaya mereka bertahan hidup, berkembang dan tumbuh.

Empat hak dasar anak menurut Kak Seto Mulyadi dari Komnas Perlindungan Anak :

1. Hak Hidup Lebih Layak

Misalnya seperti berhak atas kasih sayang orangtua, asi ekslusif, akte kelahiran, dan lain sebagainya.

2. Hak Tumbuh dan Berkembang

Contoh seperti Hak atas pendidikan yang layak, istirahat, makan makanan yang bergizi, tidur / istirahat, belajar, bermain, dan lain-lain.

3. Hak Perlindungan

Contohnya yaitu seperti dilindungi dari kekerasan dalam rumah tangga, dari pelecehan seksual, tindak kriminal, dari pekerjaan layaknya orang dewasa, dan lain sebagainya.

4. Hak Berpartisipasi / Hak Partisipasi

Setiap anak berhak untuk menyampaikan pendapat, punya suara dalam musyawarah keluarga, punya hak berkeluh kesah atau curhat, memilih pendidkan sesuai minat dan bakat, dan lain-lain.

Dalam memberikan perlindungan kepada anak, diperlukan juga pengetahuan seputar perlindungan anak. Hal ini ditujukan agar dalam perlindungan anak tidak membuat anak kehilangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. Berikut 9 pengetahuan yang dapat membantu dalam memberikan perlindungan anak.

  1. Setiap anak harus mempunyai kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Jika keluarga tidak mampu memelihara dan mengasuh anak, pihak pemangku kepentingan harus melakukan upaya untuk mengetahui penyebabnya dan menjaga keutuhan keluarga.
  2. Setiap anak mempunyai hak untuk mempunyai nama dan kewarganegaraan. Pencatatan kelahiran (akte kelahiran) anak membantu kepastian hak anak untuk mendapat pendidikan, kesehatan serta layanan-layanan hukum, sosial, ekonomi, hak waris, dan hak pilih. Pencatatan kelahiran adalah langkah pertama untuk memberikan perlindungan pada anak.
  3. Anak perempuan dan anak laki-laki harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi. Termasuk ketelantaran fisik, seksual dan emosional, pelecehan dan perlakuan yang merugikan bagi anak seperti perkawinan anak usia dini dan pemotongan/perusakan alat kelamin pada anak perempuan. Keluarga, masyarakat dan pemerintah berkewajiban untuk melindungi mereka.
  4. Anak-anak harus mendapat perlindungan dari semua pekerjaan yang membahayakan. Bila anak bekerja, dia tidak boleh sampai meninggalkan sekolah. Anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam bentuk pekerjaan yang terburuk sepertiperbudakan, kerja paksa, produksi obat-obatan atau perdagangan anak.
  5. Anak perempuan dan laki-laki berisiko mengalami pelecehan seksual dan eksploitasi di rumah, sekolah, tempat kerja atau masyarakat. Hukum harus ditegakkan untuk mencegah pelecehan seksual dan eksploitasi. Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual dan eksploitasi perlu bantuan segera.
  6. Anak-anak rentan terhadap perdagangan orang jika tidak ada perlindungan yang memadai. Pemerintah, swasta, masyarakat madani dan keluarga bertanggung jawab mencegah perdagangan anak sekaligus menolong anak yang menjadi korban untuk kembali ke keluarga dan masyarakat.
  7. Tindakan hukum yang dikenakan pada anak harus sesuai dengan hak anak. Menahan atau memenjarakan anak seharusnya menjadi pilihan terakhir. Anak yang menjadi korban dan saksi tindakan kriminal harus mendapatkan prosedur yang ramah anak.
  8. Dukungan dana dan pelayanan kesejahteraan sosial, dapat membantu keutuhan keluarga dan anak-anak yang tidak mampu untuk tetap bersekolah serta mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
  9. Semua anak mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan usianya, didengarkan dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut diri mereka. Pemenuhan hak anak seharusnya memberi kesempatan pada anak untuk berperan aktif dalam perlindungan diri mereka sendiri dari pelecehan, kekerasan, dan eksploitasi sehingga mereka dapat menjadi warga masyarakat yang aktif.